Aspirasipost.id - Andi Rahmayuddin, S.Pd., guru di SDN 3 Lemba, Kabupaten Soppeng, melaksanakan survei untuk menilai efektivitas pembelajaran daring selama situasi darurat yang menyebabkan dihentikannya sementara kegiatan belajar tatap muka. Selasa, 2/9/2025.
Survei ini dilakukan menggunakan angket Google Forms dan melibatkan 19 responden dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat cukup siap dan mendukung pelaksanaan pembelajaran dari rumah.
Mayoritas responden memahami alasan pemerintah memberlakukan kembali sistem daring sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan akibat demonstrasi. Selama empat hari pembelajaran daring, sebanyak 78,9% responden menyatakan setuju dan 21,1% sangat setuju terhadap kebijakan tersebut.
Dari sisi kesiapan keluarga, seluruh orang tua menyatakan siap mendampingi anak belajar di rumah, dengan rincian 73,7% setuju dan 26,3% sangat setuju. Hal ini mencerminkan kesadaran tinggi akan peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak.
Terkait ketersediaan fasilitas, 89,5% responden menyatakan anak mereka memiliki perangkat belajar daring, meskipun 10,5% masih menghadapi kendala perangkat. Sebagian besar (89,4%) juga menilai koneksi internet di wilayah mereka cukup memadai.
Dalam aspek kualitas pembelajaran, 94,7% orang tua menyatakan anak mampu mengikuti proses belajar daring dengan baik, dan 100% responden menilai materi dari guru mudah dipahami. Ini menunjukkan adaptasi guru dalam metode pengajaran daring berjalan efektif.
Menariknya, kekhawatiran umum terkait menurunnya fokus dan motivasi siswa tidak terbukti dominan dalam survei ini. Sebanyak 63,2% responden tidak setuju anak kehilangan fokus, dan 57,9% tidak sependapat jika semangat belajar anak menurun. Faktor pendampingan orang tua menjadi penopang utama dalam menjaga semangat belajar siswa.
Meski hasilnya positif, mayoritas masyarakat tetap berharap agar sekolah segera dibuka kembali. Sebanyak 63,2% sangat setuju dan 36,8% setuju pembelajaran tatap muka kembali dilakukan, dengan alasan efektivitas belajar, semangat siswa, dan pentingnya interaksi sosial.
Beberapa masukan dari responden mencakup perlunya daftar hadir harian, penggunaan seragam, jadwal pengumpulan tugas yang lebih teratur, serta umpan balik guru yang lebih konstruktif. Mereka juga mendorong adanya variasi metode pembelajaran dan pemerataan akses internet.
Secara keseluruhan, survei ini menunjukkan bahwa pembelajaran daring di Kabupaten Soppeng dapat berjalan cukup efektif berkat dukungan orang tua, kesiapan guru, serta fasilitas yang memadai. Namun, evaluasi berkala, peningkatan infrastruktur, dan kolaborasi antara sekolah dan keluarga tetap diperlukan. Harapan masyarakat tetap kuat pada kembalinya pembelajaran tatap muka demi mendukung tumbuh kembang siswa secara menyeluruh.

0Comments