Aspirasipost.id -  Program Revitalisasi Satuan Pendidikan (Revit) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Soppeng mulai disorot. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sidik mengaku menemukan sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan program tersebut.

Sebanyak 27 satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Soppeng tercatat sebagai penerima Program Revit 2026. Puluhan penerima tersebut tersebar dalam empat angkatan di sejumlah kecamatan, termasuk Lalabata, Liliriaja, Lilirilau, Marioriwawo, Citta, Donri-Donri dan Ganra.

Ketua LSM Sidik bersama tim turun melakukan pemantauan terhadap sejumlah lokasi yang masuk dalam daftar penerima revitalisasi.

Dari pemantauan awal, beberapa pekerjaan disebut sudah mulai dikerjakan. Namun, LSM Sidik mengaku menemukan sejumlah bagian pekerjaan yang menurut mereka perlu dicermati lebih lanjut, terutama terkait kesesuaian dengan spesifikasi teknis.

“Sudah ada beberapa yang pelaksanaannya berjalan. Tapi kami juga menemukan beberapa yang janggal dan diduga tidak sesuai spesifikasi,” ujar Ketua LSM Sidik.. Rabu (19/8/2026). 

Ia menegaskan, pembangunan fasilitas pendidikan tidak cukup hanya dilihat dari progres fisiknya. Kualitas pekerjaan dan kesesuaian antara pelaksanaan di lapangan dengan dokumen perencanaan harus menjadi perhatian utama.

Menurutnya, penggunaan material, volume pekerjaan hingga konstruksi harus diperiksa secara menyeluruh agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Jangan sampai bangunan selesai, tetapi kualitasnya justru dipertanyakan. Ini fasilitas pendidikan untuk anak-anak, sehingga harus dikerjakan dengan baik dan sesuai ketentuan,” katanya.

LSM Sidik meminta pihak yang memiliki kewenangan segera melakukan verifikasi terhadap sejumlah temuan awal tersebut. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah pekerjaan yang dilaksanakan telah sesuai dengan spesifikasi dan perencanaan yang ditetapkan.

Ia juga mengingatkan agar setiap kekurangan yang ditemukan dapat segera dibenahi selama pekerjaan masih berlangsung.

“Kalau memang ada yang tidak sesuai, harus segera diperbaiki sebelum pekerjaan dinyatakan selesai,” tegasnya.

LSM Sidik menyatakan pemantauan akan terus dilakukan terhadap pelaksanaan program revitalisasi di sejumlah PAUD penerima manfaat.

Dengan jumlah penerima mencapai 27 satuan pendidikan, pihaknya berharap program tersebut benar-benar menghasilkan fasilitas belajar yang layak dan berkualitas, bukan sekadar mengejar target penyelesaian pekerjaan.

Catatan redaksi: Dugaan ketidaksesuaian yang disampaikan LSM Sidik masih merupakan hasil pemantauan awal dan perlu dikonfirmasi kepada pihak pelaksana maupun instansi terkait untuk memastikan kebenarannya.