
Aspirasipost.id - Lembaga Swadaya Masyarakat Saluran Informasi dan Investigasi Korupsi (LSM SIDIK) mulai mengintensifkan pengawasan terhadap proyek-proyek revitalisasi sekolah yang dibiayai melalui anggaran negara. Langkah awal dilakukan dengan meninjau langsung pelaksanaan proyek revitalisasi SDN 7 Salotungo, Kabupaten Soppeng, yang memiliki nilai anggaran lebih dari Rp2 miliar dan dikerjakan melalui mekanisme swakelola.. Rabu (29/7/2026).
Monitoring tersebut dipimpin langsung Ketua LSM SIDIK, Mahmud Cambang. Ia turun ke lokasi untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai petunjuk teknis (juknis), spesifikasi yang telah ditetapkan, serta memenuhi prinsip akuntabilitas dalam penggunaan anggaran negara.
Dalam peninjauan itu, Mahmud mengamati perkembangan pekerjaan, mulai dari pemasangan sloof hingga pengerjaan rangka baja atap bangunan. Seluruh progres di lapangan juga didokumentasikan sebagai bahan evaluasi untuk pengawasan lanjutan.
Menurut Mahmud, proyek yang dibiayai dari uang rakyat tidak hanya harus selesai tepat waktu, tetapi juga wajib menghasilkan bangunan yang berkualitas, aman, dan sesuai standar. Karena itu, pengawasan sejak dini dinilai penting guna mencegah potensi penyimpangan maupun pekerjaan yang tidak memenuhi spesifikasi teknis.
"Kami turun langsung untuk memastikan revitalisasi SDN 7 Salotungo benar-benar dilaksanakan sesuai petunjuk teknis. Anggaran yang digunakan mencapai miliaran rupiah dan bersumber dari uang negara, sehingga hasil pekerjaannya harus berkualitas serta dapat dipertanggungjawabkan," tegas Mahmud.
Ia menegaskan, kehadiran LSM SIDIK bukan untuk mencari kesalahan pihak pelaksana, melainkan menjalankan fungsi kontrol sosial agar setiap rupiah anggaran pembangunan digunakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi dunia pendidikan.
Mahmud menjelaskan, apabila dalam proses monitoring ditemukan pekerjaan yang belum sesuai ketentuan teknis, pihaknya akan mengedepankan komunikasi dan memberikan masukan kepada pelaksana kegiatan agar segera dilakukan penyempurnaan sebelum pekerjaan memasuki tahapan berikutnya.
"Ini baru langkah awal. Semua item pekerjaan yang kami temukan di lapangan telah kami dokumentasikan sebagai bahan evaluasi. Dari hasil pemantauan, masih ada beberapa bagian pekerjaan yang perlu dibenahi dan akan kami komunikasikan dengan pelaksana kegiatan. Prinsipnya sederhana, proyek yang menggunakan uang negara tidak boleh dikerjakan asal jadi. Setiap rupiah anggaran harus diwujudkan dalam bangunan yang berkualitas dan sesuai standar," ujarnya.
Mahmud menambahkan, pengawasan LSM SIDIK tidak akan berhenti di proyek revitalisasi SDN 7 Salotungo. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan monitoring terhadap seluruh sekolah di Kabupaten Soppeng yang menerima anggaran revitalisasi.
Langkah tersebut, kata dia, merupakan bagian dari komitmen LSM SIDIK dalam mengawal pelaksanaan proyek pemerintah agar berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kami akan turun ke seluruh sekolah yang menerima anggaran revitalisasi. Ini merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial agar setiap proyek yang dibiayai negara berjalan sesuai aturan, menghasilkan bangunan yang berkualitas, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, bukan sekadar menghabiskan anggaran," pungkasnya.
0Comments