
Aspirasipost.id - Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMA PGSD) Universitas Lamappapoleonro sukses menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk "Transformasi Peran Guru SD di Era Revolusi AI dan Penguatan Karakter Peserta Didik", Selasa (21/7/2026), melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti sebanyak 251 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, kalangan pendidik, mahasiswa, hingga masyarakat umum dari berbagai daerah di Indonesia.
Webinar tersebut menjadi ruang akademik untuk membahas transformasi peran guru sekolah dasar di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI). Selain itu, forum ini juga menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi yang cerdas, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan global.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Lamappapoleonro, Dr. Hj. Andi Adawiah, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kemajuan teknologi AI merupakan sebuah keniscayaan yang harus disikapi secara arif oleh dunia pendidikan.
Menurutnya, kehadiran AI bukan untuk menggantikan guru, melainkan menjadi sarana yang dapat dimanfaatkan guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, peran guru sebagai pembimbing sekaligus pembentuk karakter peserta didik tetap tidak tergantikan.
"Teknologi akan terus berkembang, namun peran guru sebagai pembentuk karakter generasi penerus bangsa tidak akan pernah tergantikan. Oleh karena itu, guru harus mampu memanfaatkan Artificial Intelligence secara bijaksana dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan karakter," ujar Dr. Hj. Andi Adawiah.
Rangkaian acara dipandu oleh Nur Asyifah sebagai Master of Ceremony (MC), sementara jalannya diskusi dimoderatori oleh Aulya, mahasiswi Program Studi PGSD Universitas Lamappapoleonro.
Webinar menghadirkan narasumber dari empat perguruan tinggi di Indonesia. Dari Universitas Lamappapoleonro tampil Hasmalia, S.Pd., Gr., M.Pd. dan Rahmah Hatta, S.Pd., Gr., M.Pd. Sementara dari luar kampus hadir Dr. Fara Virgianita Pangadongan, M.Pd. dari Universitas Mulawarman, Nurkhaerat Alimuddin, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Mataram, serta Rival Hanip, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Musamus Merauke.
Para pemateri mengulas berbagai isu strategis, mulai dari transformasi peran guru sekolah dasar di era AI, inovasi pembelajaran berbasis teknologi, hingga strategi memperkuat pendidikan karakter sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
Menariknya, webinar ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk tampil sebagai pemateri dan menyampaikan gagasan akademiknya. Mereka adalah Nur Azizah dari Universitas Lamappapoleonro, Delia dari Universitas Mulawarman, Lalu Wahyu Imam Pratama dari Universitas Mataram, serta Ahmad Hidayat dari Universitas Musamus Merauke.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan seputar peluang dan tantangan pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Para peserta juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penanaman nilai-nilai karakter agar peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan daya saing.
Melalui webinar nasional ini, HIMA PGSD Universitas Lamappapoleonro berharap dapat memperkuat kolaborasi antarpenguruan tinggi dalam mengembangkan inovasi pendidikan, meningkatkan kompetensi calon guru, serta melahirkan pendidik sekolah dasar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, profesional dalam menjalankan tugas, dan tetap menjadikan pendidikan karakter sebagai ruh utama dalam proses pembelajaran.

0Comments