Aspirasipost.id - Kabupaten Soppeng mencatat kinerja ekonomi yang menggembirakan pada Triwulan I Tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi daerah yang dikenal sebagai Bumi Latemmamala itu mencapai 9,39 persen, menempatkannya dalam lima besar kabupaten/kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan.
Angka tersebut jauh melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan yang tercatat 6,88 persen, serta berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen.
Di tingkat Sulawesi Selatan, Soppeng berada di jajaran daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi bersama Sinjai, Kepulauan Selayar, Maros, dan Pangkep.
Bupati Soppeng menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan hasil kerja bersama pemerintah, pelaku usaha, petani, serta seluruh elemen masyarakat.
"Pertumbuhan ekonomi sebesar 9,39 persen merupakan kabar baik bagi Kabupaten Soppeng. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak dan berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah mulai memberikan dampak positif," ujarnya.
Ia menjelaskan, sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah masih memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan tersebut. Selain itu, meningkatnya aktivitas perdagangan, sektor jasa, serta pembangunan infrastruktur turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
"Pemerintah daerah akan terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan ini melalui peningkatan produktivitas sektor unggulan, penguatan UMKM, serta penciptaan iklim investasi yang semakin kondusif," katanya.
Bupati juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kita tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat," tambahnya.
Data BPS menunjukkan sebagian besar kabupaten/kota di Sulawesi Selatan mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen pada Triwulan I 2026. Kabupaten Sinjai menjadi daerah dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 11,14 persen, disusul Kepulauan Selayar 9,83 persen, Maros 9,54 persen, Pangkep 9,47 persen, dan Soppeng 9,39 persen.
Sementara itu, sejumlah daerah lain seperti Gowa, Palopo, Tana Toraja, Bone, Bulukumba, Barru, Luwu, Pinrang, Wajo, Luwu Utara, Sidrap, Makassar, Toraja Utara, Jeneponto, Enrekang, Parepare, Takalar, dan Bantaeng juga mencatat pertumbuhan positif. Adapun Kabupaten Luwu Timur menjadi satu-satunya daerah yang mengalami kontraksi ekonomi sebesar 2,31 persen pada periode yang sama.
Pengamat menilai capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Soppeng yang cukup baik di tengah dinamika ekonomi global yang masih menghadapi berbagai tantangan.
LSM Sidik: Pertumbuhan Harus Berdampak Nyata
Meski mengapresiasi capaian tersebut, Ketua LSM Sidik, Mahmud Cambang, mengingatkan agar tingginya pertumbuhan ekonomi tidak hanya berhenti sebagai angka statistik.
Menurutnya, pemerintah daerah harus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi mampu diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata.
"Pertumbuhan ekonomi 9,39 persen tentu patut diapresiasi. Namun yang lebih penting adalah bagaimana angka tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama petani, nelayan, pelaku UMKM, dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah," ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Mahmud menilai indikator seperti penurunan angka kemiskinan, berkurangnya tingkat pengangguran, meningkatnya daya beli masyarakat, serta bertambahnya kesempatan kerja harus menjadi perhatian utama pemerintah.
"Jangan sampai pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi masyarakat masih kesulitan mendapatkan pekerjaan atau pendapatannya tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Pertumbuhan harus inklusif dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat," tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat sektor-sektor produktif yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Menurutnya, sektor pertanian, peternakan, perdagangan, dan UMKM perlu mendapatkan perhatian lebih agar mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan capaian pertumbuhan ekonomi yang hampir menyentuh dua digit pada awal tahun, Soppeng dinilai memiliki modal kuat untuk mempertahankan tren positif hingga akhir 2026.
Pemerintah daerah diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi, memperluas investasi, meningkatkan kualitas infrastruktur, serta memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat agar pertumbuhan yang tinggi dapat bertransformasi menjadi peningkatan kesejahteraan yang nyata.
Jika tren positif ini terus terjaga, Soppeng berpeluang menjadi salah satu daerah dengan performa ekonomi terbaik di Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2026.
(Red)
0Comments