Aspirasipost.id -  Pusat Pertokoan Watansoppeng (Pusper) pernah menjadi salah satu ikon perdagangan sekaligus destinasi belanja utama masyarakat Kabupaten Soppeng. Pada masanya, kawasan ini selalu ramai dipadati pengunjung yang datang untuk berbelanja maupun menjalankan berbagai aktivitas usaha.

Namun, seiring tumbuhnya pusat-pusat perdagangan baru di berbagai sudut Kota Watansoppeng, aktivitas di Pusper perlahan mengalami penurunan. Kawasan yang dahulu menjadi salah satu denyut nadi perekonomian masyarakat kini terlihat jauh lebih sepi dibandingkan beberapa tahun lalu.

Berdasarkan pantauan media ini, kondisi tersebut tampak dari menurunnya jumlah pengunjung serta banyaknya kios yang tidak lagi beroperasi secara optimal. Padahal, dari sisi lokasi, Pusper memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di pusat kota dan masih menyimpan potensi besar untuk kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, Ketua LSM SIDIK, Mahmud Cambang, berharap Pemerintah Kabupaten Soppeng dapat memberikan perhatian lebih serius melalui program penataan dan revitalisasi yang terencana serta berkelanjutan.

Menurutnya, kawasan pertokoan tersebut masih memiliki peluang besar untuk kembali berkembang apabila dilakukan pembenahan yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

"Pusat pertokoan ini memiliki letak yang sangat strategis. Karena itu, perlu dilakukan penataan ulang agar memiliki daya tarik baru sehingga masyarakat kembali tertarik datang berbelanja dan para pelaku usaha bisa berkembang," ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Mahmud juga menyoroti banyaknya kios yang saat ini kosong dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Ia menilai pemerintah perlu melakukan pendataan sekaligus penertiban terhadap kios-kios tersebut agar dapat digunakan oleh masyarakat yang benar-benar memiliki niat dan komitmen untuk menjalankan usaha.

"Kios-kios yang kosong perlu ditertibkan. Jika pemiliknya sudah tidak lagi menjalankan usaha, sebaiknya diberikan kesempatan kepada masyarakat yang benar-benar ingin berusaha. Dengan begitu, aktivitas ekonomi di kawasan ini bisa kembali bergairah," tambahnya.

Selain penataan kios, Mahmud menilai akses menuju lantai dua Pusper juga perlu mendapat perhatian. Ia berharap jalur masuk melalui kawasan eks Terminal Soppeng dapat kembali difungsikan secara maksimal seperti sebelumnya.

Menurutnya, akses yang lebih terbuka, mudah dijangkau, dan nyaman akan memberikan kemudahan bagi pengunjung serta mendorong meningkatnya aktivitas perdagangan, khususnya di area lantai dua yang saat ini relatif sepi.

Tak hanya itu, sarana olahraga berupa lapangan bulutangkis yang berada di kawasan Pusper juga dinilai perlu dibenahi. Keberadaan fasilitas olahraga yang layak diyakini dapat menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat untuk beraktivitas di kawasan tersebut, sehingga berdampak positif terhadap meningkatnya kunjungan dan aktivitas ekonomi.

Mahmud berharap Pusper Watansoppeng tidak hanya menjadi bangunan yang menyimpan kenangan kejayaan masa lalu, tetapi mampu bangkit menjadi pusat perdagangan yang lebih modern, ramai, dan kompetitif.

Dengan dukungan pemerintah daerah, kolaborasi para pelaku usaha, serta partisipasi aktif masyarakat, Pusper diyakini masih memiliki peluang besar untuk kembali menjadi kebanggaan daerah sekaligus menggerakkan roda perekonomian di jantung Kota Watansoppeng.