Aspirasipost.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto hingga kini belum dinikmati ribuan siswa di Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng. Sebanyak 37 sekolah masih menunggu pelaksanaan program tersebut karena operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ganra belum juga berjalan, meski dapur MBG diklaim telah siap digunakan.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, dapur MBG di Kecamatan Ganra sebenarnya telah dibangun sejak beberapa waktu lalu dan bahkan sempat memasuki tahap operasional awal. Namun, kegiatan tersebut kemudian dihentikan sementara karena masih terdapat sejumlah persyaratan administrasi serta kelengkapan sarana dan prasarana yang harus dipenuhi oleh mitra pelaksana sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
Kini, seluruh persyaratan tersebut disebut telah rampung. Fasilitas pendukung telah dilengkapi dan berbagai kendala administrasi yang sebelumnya menjadi hambatan juga diklaim telah diselesaikan. Meski demikian, hingga saat ini distribusi makanan bergizi kepada siswa penerima manfaat belum juga terlaksana.
Pantauan media ini di lokasi menunjukkan bangunan dapur MBG di Ganra beserta peralatan operasional telah tersedia dan tampak siap digunakan sesuai standar yang ditetapkan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai penyebab belum berjalannya program yang sangat dinantikan tersebut.
"Yang menjadi pertanyaan, apa sebenarnya yang menghambat operasional SPPG Ganra? Bangunan sudah siap, fasilitas lengkap, tetapi pelayanan kepada siswa belum berjalan. Jangan sampai program yang sangat dinantikan masyarakat ini terus tertunda tanpa kejelasan," ujar seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Hal senada disampaikan pihak mitra pelaksana. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, pihak mitra menegaskan seluruh persyaratan yang diminta telah dipenuhi dan mereka siap menjalankan program kapan saja.
"Semua persyaratan sesuai permintaan sudah lengkap dan kami siap beroperasi. Sampai sekarang kami juga belum mengetahui apa yang menjadi pertimbangan Kepala SPPG Ganra sehingga kegiatan belum dijalankan," ungkapnya.
Sorotan terhadap lambatnya operasional SPPG Ganra juga datang dari Ketua LSM SIDIK, Mahmud Cambang. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut hak ribuan siswa yang menjadi sasaran program nasional.
Mahmud menilai keterlambatan yang terus berlarut berpotensi memunculkan spekulasi di tengah masyarakat sekaligus menghambat tujuan utama program MBG dalam meningkatkan kualitas gizi peserta didik.
"Publik berhak mendapatkan penjelasan yang terbuka dan transparan. Jika seluruh persyaratan administrasi maupun teknis telah dipenuhi, maka harus dijelaskan secara terang apa yang menyebabkan operasional SPPG Ganra belum berjalan. Jangan sampai ribuan siswa menjadi korban akibat lambannya pengambilan keputusan," tegas Mahmud, Minggu (31/5/2026).
Mahmud mengaku telah menghubungi Koordinator Wilayah (Korwil) Soppeng, Muhammad Afiq. Dalam keterangannya, Afiq menyebut dapur MBG di Kecamatan Ganra pada prinsipnya telah siap beroperasi.
"Sebenarnya kuncinya ada di Kepala SPPG. Seharusnya hari Selasa nanti sudah berjalan. Kami juga sudah menyampaikan terkait lambatnya pergerakan, tetapi yang bersangkutan memiliki banyak alasan," kata Afiq.
Selain itu, Mahmud juga meminta klarifikasi kepada Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Makassar, Risma Ernawati, terkait belum beroperasinya dapur MBG di Ganra.
Risma mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala SPPG Ganra dan Korwil setempat guna mengetahui kendala yang menyebabkan operasional belum berjalan.
"Sudah saya hubungi Kepala SPPG dan Korwil untuk menanyakan kendala yang dihadapi. Memang sebelumnya ada beberapa hambatan, namun sudah kami bicarakan. Besok Korwil Soppeng akan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Tadi juga kami sudah melakukan komunikasi bersama," jelasnya.
Mahmud menambahkan, dirinya juga telah berkomunikasi langsung dengan Kepala SPPG Ganra. Menurutnya, Kepala SPPG menyampaikan akan segera bertemu dengan pihak mitra dan Korwil Soppeng untuk membahas persoalan tersebut.
Karena itu, Mahmud mendesak agar operasional SPPG Ganra segera dijalankan sehingga program MBG dapat dinikmati para siswa yang telah lama menunggu.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis nasional yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, dan daya saing generasi muda Indonesia. Oleh sebab itu, setiap hambatan yang menyebabkan tertundanya pelaksanaan program semestinya segera diselesaikan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, khususnya para siswa sebagai penerima manfaat.
Mahmud juga mendesak seluruh pihak terkait, terutama pengelola SPPG Ganra, agar segera memberikan kepastian mengenai jadwal operasional dapur MBG tersebut.
Bahkan, jika dalam waktu dekat SPPG Ganra masih belum beroperasi tanpa alasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, LSM SIDIK menyatakan siap membawa persoalan itu ke instansi berwenang untuk dievaluasi dan ditelusuri lebih lanjut.
Kini masyarakat Ganra hanya menunggu satu hal: kepastian. Di tengah bangunan yang telah berdiri, fasilitas yang disebut lengkap, dan seluruh persyaratan yang diklaim telah terpenuhi, ribuan siswa dari 37 sekolah masih belum merasakan manfaat program yang seharusnya sudah berjalan.
Pertanyaannya, apa yang sebenarnya masih menghambat operasional SPPG Ganra?
(A1R)

0Comments