Aspirasipost.id -  Kepolisian Resor (Polres) Wajo menggelar apel siaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara serentak untuk mengantisipasi potensi aksi unjuk rasa dan dinamika isu nasional, Senin (30/3/2026).

Apel yang berlangsung pukul 08.00 Wita di lapangan apel Polres Wajo, Jalan Rusa, Kecamatan Tempe, dipimpin langsung Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Rosid Ridho. Kegiatan ini diikuti oleh Wakapolres Kompol H. Syamsulifu, para pejabat utama, kapolsek jajaran, perwira, bintara, serta ASN Polri di lingkungan Polres Wajo.

Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho mengatakan, apel siaga ini merupakan langkah awal untuk memastikan kesiapan personel dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas pasca-Lebaran, termasuk kemungkinan aksi unjuk rasa yang berkaitan dengan momentum seperti AMARAH (April Makassar Berdarah), May Day, MEMAR (Mei Makassar Berdarah), serta isu nasional lainnya.

“Apel ini menjadi bentuk kesiapsiagaan kami dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Kami mengedepankan langkah preventif dan persuasif agar situasi tetap kondusif,” ujar Rosid Ridho.

Dalam amanat yang dibacakan, Kapolda Sulawesi Selatan memberikan apresiasi kepada jajaran polres yang telah menunjukkan kinerja baik dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, khususnya dalam pendirian pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.

Selain itu, Kapolda menekankan sejumlah langkah strategis yang harus dilakukan seluruh personel, di antaranya meningkatkan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan pasca-Lebaran yang diiringi tingginya mobilitas masyarakat.

Personel juga diminta memantau kelompok atau oknum yang berpotensi memanfaatkan momentum untuk melakukan provokasi, aksi unjuk rasa, maupun penyebaran isu negatif. Fungsi intelijen dioptimalkan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi serta memberikan peringatan dini terhadap potensi kerawanan.

“Dalam menghadapi aksi massa, seluruh personel diingatkan untuk mengedepankan pendekatan persuasif, komunikatif, dan sesuai prosedur, sehingga tidak memicu konflik yang lebih luas,” kata Rosid Ridho.

Selain itu, patroli siber diminta ditingkatkan guna mendeteksi dan menindak penyebaran informasi palsu, provokatif, dan ujaran kebencian. Koordinasi dengan instansi terkait, tokoh agama, dan tokoh masyarakat juga harus diperkuat untuk menjaga stabilitas wilayah.

Pengamanan juga difokuskan pada lokasi strategis seperti pusat perbelanjaan, tempat ibadah, terminal, serta titik-titik keramaian lainnya.

Kapolres menegaskan, penegakan hukum akan tetap dilakukan secara tegas terhadap setiap pelanggaran, dengan tetap mengedepankan prinsip profesionalitas, proporsionalitas, dan akuntabilitas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Jika ada aspirasi yang ingin disampaikan, lakukan dengan cara yang damai dan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

**KASI HUMAS POLRES WAJO**