Aspirasipost.id - Dua unit rumah panggung milik warga di Lingkungan Leppangeng, Kelurahan Cempalagi, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, hangus terbakar pada Jumat (13/2/2026) sore. Kebakaran diduga dipicu korsleting arus pendek listrik.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 WITA. Personel Polsek Tempe yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan dan olah TKP.
Adapun rumah yang terbakar masing-masing milik Hj. Faci (50), seorang pembuat kue, dan Muh. Tang (45), wiraswasta. Keduanya berdomisili di Jalan Poros Mario Totinco, Kelurahan Cempalagi, Kecamatan Tempe.
Salah seorang saksi, Dami (45), petani setempat, mengatakan awalnya ia melihat api dan kepulan asap muncul dari rumah Hj. Faci yang saat itu dalam keadaan kosong. Api kemudian dengan cepat merambat ke rumah milik Muh. Tang yang berada di bagian belakang.
Melihat kejadian tersebut, warga berteriak meminta pertolongan dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran serta pihak PLN. Sejumlah warga juga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Sekitar pukul 15.40 WITA, dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Wajo tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman serta pendinginan. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 17.00 WITA setelah upaya bersama petugas dan masyarakat.
Kapolsek Tempe AKP Candra Said Nur mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga.
“Kami langsung menurunkan personel ke lokasi untuk mengamankan TKP, membantu proses pemadaman bersama tim damkar, serta memastikan situasi tetap kondusif,” ujar Candra.
Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, kebakaran diduga dipicu korsleting arus pendek listrik dari salah satu rumah yang dalam keadaan kosong.
“Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing dan tidak menggunakan beban listrik secara berlebihan. Ini penting untuk mencegah kebakaran,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, dua rumah panggung berbahan kayu hangus terbakar. Selain bangunan, korban juga kehilangan emas sekitar 100 gram serta sejumlah dokumen penting seperti sertifikat rumah dan surat berharga lainnya. Total kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta.
Candra memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Saat ini situasi sudah aman dan terkendali. Kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk langkah penanganan lebih lanjut terhadap warga yang terdampak,” ucapnya.
Polisi telah melakukan olah TKP, mendata korban dan saksi, berkoordinasi dengan pemerintah setempat, serta membantu evakuasi barang-barang yang masih dapat diselamatkan. Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya penggunaan listrik berlebihan dan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa.
**KASI HUMAS POLRES WAJO**


0Comments