Aspirasipost.id - Keberadaan kabel listrik induk yang menggantung rendah di Jembatan Kessing, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, memicu keresahan warga dan pengguna jalan. Kabel bertegangan tinggi tersebut melintang dengan jarak yang sangat dekat dari permukaan jembatan sehingga dinilai membahayakan, terutama bagi kendaraan bertonase besar.

Pantauan di lokasi menunjukkan posisi kabel tidak lagi proporsional sejak proyek pembangunan jembatan rampung. Elevasi jembatan yang kini lebih tinggi tidak diikuti dengan penyesuaian jaringan listrik di atasnya. Akibatnya, kendaraan berukuran besar seperti truk tronton yang mengangkut alat dan mesin pertanian, termasuk combine harvester, tidak dapat melintas dengan aman di jembatan tersebut.

Warga setempat mengkhawatirkan keselamatan para sopir, khususnya pengemudi truk tronton yang baru pertama kali melintas dan tidak mengetahui adanya kabel yang membentang rendah. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kecelakaan yang membahayakan jiwa.

Risiko yang ditimbulkan pun tidak bisa dianggap sepele. Jika kendaraan tinggi bersentuhan dengan kabel listrik induk, kemungkinan terjadinya sengatan listrik sangat besar dan berpotensi fatal. Kendaraan berat dengan komponen logam berukuran besar bersifat konduktif sehingga dapat menghantarkan arus listrik. Persoalan ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan publik.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua LSM SIDIK, Mahmud Cambang, mendesak pemerintah daerah bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN) segera melakukan pembenahan. Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan masyarakat.

“Ini sangat membahayakan keselamatan pengendara dan masyarakat. Harus segera dibenahi, jangan sampai ada korban jiwa,” tegas Mahmud, Senin (16/2/2026).

Ia meminta pemerintah daerah dan PLN segera memindahkan atau meninggikan posisi kabel agar Jembatan Kessing dapat difungsikan secara aman dan optimal tanpa mengancam pengguna jalan. Selain itu, instansi terkait diharapkan segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi teknis dan mengambil langkah cepat sebelum insiden yang tidak diinginkan benar-benar terjadi.

(Iccank)